+62 21 520 1602 pappiptek@mail.lipi.go.id

Laporan Penelitian

 

Detail Laporan Penelitian

: 2013

: DIPA Pappiptek

: Kebijakan Iptekin

: Analisis Sistem Kolaborasi Riset Nasional dalam mendukung Inovasi: Studi Kasus Sektor Kesehatan

:

Dalam rangka peningkatan pembangunan sektor kesehatan, peran IPTEK sangat penting untuk dapat menghasilkan inovasi untuk memecahkan permasalahan. Salah satu strategi untuk dapat meningkatkan kapasitas iptek adalah dengan kolaborasi riset, yang dapat berdampak positif baik dari sisi luaran ilmiah maupun inovasi. Kolaborasi riset internasional telah banyak dilakukan oleh para peneliti, akan tetapi sampai saat ini outputnya baru dapat dilihat dari output ilmiah, yaitu publikasi internasional. Sementara itu untuk output yang mengarah pada inovasi yang dapat dimanfaatkan di Indonesia belum banyak diketahui. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kolaborasi riset internasional dalam mendukung inovasi di sektor kesehatan. Hasil dari analisis tersebut dijadikan input untuk penyusunan rekomendasi kebijakan kolaborasi riset internasional di Indonesia. Kolaborasi riset merupakan proses yang kompleks yang terjadi karena adanya interaksi diantara aktor dengan berbagai kepentingan untuk mencapai suatu tujuan, oleh karena itu kolaborasi riset harus dipandang sebagai suatu sistem kompleks. Kolaborasi riset internasional yang melibatkan aktor dari negara yang berbeda dipengaruhi juga oleh lingkungan tempat aktor tersebut berada, seperti sumber daya, kebijakan institusi, maupun kebijakan makro. Sementara itu inovasi pada sektor kesehatan merupakan rangkaian proses yang sangat panjang, mulai dari riset dasar atau tahap pre discovery, discovery, exploratory, proof of concept, dan terakhir adalah confirmatory. Dalam menganalisis kolaborasi riset, tidak hanya dapat dilihat dari hasil tetapi mulai dari proses pembentukan yang sangat berpengaruh pada hasil serta pemanfaatannya. Berdasarkan hal tersebut maka kerangka analitik yang digunakan pada penelitian ini menggabungkan elemen kolaborasi riset, yaitu aktor, lingkungan dan interaksi dengan tahapan proses kolaborasi riset mulai tahap negosiasi, komitmen, implementasi, pemanfaatan hasil dan dampak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahani proses kolaborasi riset dengan pendekatan studi kasus berganda. Terdapat delapan studi kasus yang dianalisis pada penelitian ini. Studi kasus kolaborasi tersebut melibatkan perguruan tinggi, lembaga penelitian, bahkan ada yang melibatkan industri. Dari delapan studi kasus yang dianalisis, terdapat tiga studi kasus yang masih pada tahap dasar atau pre-discovery,dua pada tahap discovery, dan tiga yang sudah mencapai proof of concept. Dari keseluruhan studi kasus belum ada yang mencapai komersialisasi. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa kolaborasi riset yang terjada adalah hasil interaksi individu di mana kompetensi menjadi faktor faktor utama untuk mendapatkan kepercayaan dan keseimbangan dalam posisi tawar. Selain itu, kondisi lingkungan pendukung seperti ketersediaan sample, dana dan teknologi peralatan riset menjadi salah satu daya tarik aktor utnuk berkolaborasi. Dari hasil analisis ditemukan juga bahwa dalam kolaborasi riset terdapat proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kompetensi aktor. Semenatar itu, kolaborasi riset yang dapat menghasikan inovasi adalah yang menilabtan multi disiplin ilmu, jangka panjang dan mampu menarik industri yang dapat berkontribusi dalam proses proof of concept hasil riset dan produksi serta pemasaran produk. Akan tetapi dalam komersialisasi hasil riset, peneliti Indonesia memiliki hambatan kebijakan, yaitu belum adanya aturan secara nasional mengenai royalty bagi peneliti.


: Kolaborasi riset internasionl, inovasi sektor kesehatan, sistem kompleks, kebijakan, lingkungan sist