+62 21 520 1602 pappiptek@mail.lipi.go.id

Laporan Penelitian

 

Detail Laporan Penelitian

: 2013

: DIPA Pappiptek

: Kebijakan Iptekin

: Analisis Perkembangan Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia dari Orde Lama hingga Orde Reformasi

:

Keberhasilan sebuah negara dalam menumbuhkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi disebabkan negara itu mampu mensinergikan perkembangan kelembagaan dan sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya dengan berbagai faktor lain secara bersistem. Sejak Indonesia merdeka sampai sekarang, baru ada satu kebijakan iptek dalam bentuk undang-undang yang kita kenal dengan Undang-Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sisnas P3 Iptek. Peranan undang undang tersebut dalam penelitian ini sangat penting karena merupakan payung hukum tentang kebijakan iptek yang prosesnya cukup panjang. Apa yang menjadi fokus kebijakan, aktor siapa saja yang berperan, sumber daya apa saja yang mendukung, serta bagaimana kebijakan iptek berjalan di setiap periode era orde lama hingga orde reformasi mempunyai paparan yang berbeda-beda. Hal ini berujung kepada pertanyaan penelitian bagaimana sebetulnya pola iptek yang terjadi pada setiap periode? Lalu dimanakah posisi iptek pada saat itu? Metode yang penulis gunakan dalam menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis melalui pendekatan historis/sejarah. Pendekatan historis/sejarah ini mampu menggambarkan penelitian untuk melihat pola-pola yang terjadi terhadap kebijakan iptek di Indonesia dalam jangka waktu yang panjang dengan kurun waktu mencapai lima puluh tahun lebih. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara mendalam dan dokumen-dokumen kebijakan serta artikel koran. Data sekunder juga didapatkan dari beberapa lembaga pemerintah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat benang merah antara kebijakan iptek era orde lama dan era orde baru, dimana kebijakan iptek berpegang pada GBHN dan Repelita serta sudah jelas arah dan tujuannya. Sedangkan pola kebijakan iptek di era reformasi cenderung kehilangan arah dan tidak menempatkan iptek sebagai prioritas utama seperti saat orde lama dan orde baru. Hambatan yang dialami oleh setiap periode pun berbeda-beda. Di masa orde lama terjadi instabilitas politik antar kabinet parlementer. Sedangkan di era orde baru hambatan yang dialami adalah terjadinya ketimpangan kemampuan lembaga iptek pemerintah dengan swasta serta terbatasnya sarana dan prasarana serta kualitas tenaga pengajar dan tenaga peneliti di bidang MIPA dan perekayasaan. Hambatan yang dialami di orde reformasi adalah anggaran litbang yang terus menurun serta tidak adanya program berkelanjutan antara periode kepemimpinan yang satu dengan yang lainnya, di masa ini pula pergantian menristek lebih beragam dibandingkan era sebelumnya. 


: kebijakan iptek, Indonesia, Orde Lama, Orde Baru, Orde Reformasi