+62 21 520 1602 pappiptek@mail.lipi.go.id

Judul Penelitian

 

Detail Judul Penelitian

: 2016

: DIPA Pappiptek

: Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Masyarakat

: Pengaruh Tingkat Pembiayaan Litbang Terhadap Budaya Iptek di Lembaga Litbang : Kasus LIPI

:

Akhir-akhir ini persoalan dan pembicaraan mengenai budaya IPTEK banyak di bahas. Hal ini disebabkan melalui perkembangan IPTEK maka terjadi peningkatan inovasi dan keunggulan kompetitif sebuah lembaga, bahkan sebuah negara dapat diraih dan dijaga. Hal ini terlihat pada kenaikan pembiayaan litbang di industri besar dunia, hampir mencapai 78 persen (KPMG International, 2013). Begitu pentingnya budaya IPTEK, sehingga negara-negara OECD memasukkan budaya IPTEK sebagai salah satu prinsip, tujuan dan obyektif mereka (OECD, 2012). Definisi dari budaya IPTEK atau yang dikenal sebagai Scientific and technological culture adalah ekspresi bagaimana cara seorang individu dan masyarakat/sekumpulan orang dalam organisasi dalam upayanya memperoleh IPTEK (Godin &amp; Gingras, 2000). Kadangkala sering dikaitkan antara budaya IPTEK dengan tingkat scientific literacy. Inti dari definisi itu adalah pengaplikasiannya pada tingkat individu dan juga tingkatan lebih luas dari organisasi sampai pada masyarakat. Budaya IPTEK sendiri adalah bagian dari budaya masyarakat atau sebuah organisasi, atau dapat dikatakan bahwa budaya IPTEK merupakan sub kultur dari budaya IPTEK. Salah satu output dari budaya IPTEK di lembaga litbang adalah jumlah penerbitan. Perkembangan terbitan ilmiah di Indonesia saat ini dibandingkan negara ASEAN menurut Buku Saku Indikator IPTEK 2014 (2014) adalah setara dengan Vietnam pada tahun 2013, dan merupakan no. 4 di ASEAN.<br />\r\n            Terlihat rendahnya output IPTEK yang didapat di Indonesia. Hal ini ada kemungkinan memiliki keterkaitan dengan budaya IPTEK yang rendah. Tiga moda dimana IPTEK dapat diperoleh dalam Budaya IPTEK adalah (Godin &amp; Gingras, 2000): Moda Pembelajaran, dimana individu belajar untuk mendapatkan knowledge Moda Implikasi, dimana organisasi dan masyarakat mendapatkan manfaat IPTEK dari knowledge yang diperoleh dari masing-masing individu, Moda Sosio-organisasi, dimana masyarakat dan pemerintah akan membuat lembaga yang dikhususkan untuk melakukan litbang. Indikator dari S&T Culture pada moda socio-organisasi adalah jumlah pembiayaan lembaga litbang, jumlah peneliti, dan jumlah investasi pemerintah pada kegiatan pendukung litbang lainnya. Indonesia pembiayaan IPTEK masih sangat rendah. Data dari Indikator IPTEK (PAPPIPTEK-LIPI, 2014) menunjukkan total pembiayaan IPTEK masih sangat rendah, 0,09 persen dari GDP.


: pembiayaan litbang, budaya iptek, LIPI