+62 21 520 1602 pappiptek@mail.lipi.go.id

Berita Iptek

 

Detail Berita Iptek

Indikator Iptek Indonesia masih Tertinggal

Indikator ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia secara umum tertinggal jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Karena itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendesak perlunya mengembangkan indikator iptek. Pengembangan indikator iptek khususnya menyangkut bidang budaya iptek dan bioteknologi Indonesia, kata Wakil Kepala LIPI Lukman Hakim seusai seminar Budaya Iptek di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (12/9). Lukman mengatakan dalam bidang industri, Indonesia masih ketinggalan.

Hal itu terlihat dari paten yang dimiliki. Pada 1998, Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah memiliki jumlah paten sama yang didaftarkan pada USPTO (Lembaga Paten Amerika Serikat). Tetapi pada 2003, Malaysia dan Thailand memiliki paten lebih banyak yang didaftarkan pada USPTO. Memang, kata Lukman, pada 2004, paten yang dimiliki Indonesia meningkat tajam dari total paten yang terdaftar di USPTO dan melampaui paten milik Thailand. Tetapi, Malaysia tetap memiliki paten lebih banyak yang didaftarkan jika dibandingkan dengan Indonesia. Untuk bidang penelitian akademis, seperti matematika, ilmu komputer, dan ilmu syaraf serta perilaku, Indonesia tidak memiliki publikasi ilmiah. Karena tidak memiliki publikasi di bidang matematika dan komputer, kata Lukman, kekuatan basis pengetahuan Indonesia dipertanyakan. Kenapa Indonesia tertinggal Peneliti LIPI Dudi Hidayat mengatakan hal itu disebabkan kurangnya political will dari pemerintah dan rendahnya budaya iptek di lingkungan masyarakat.

Selain itu, anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk penelitian dan pengembangan sangat minim. Budaya iptek di Indonesia masih rendah.

Masyarakatnya lebih konsumtif daripada produktif. Budaya bangsa secara umum masih belum mencerminkan nilai iptek yang mempunyai penalaran objektif, rasional, maju, dan mandiri, ujar Dudi. Sementara itu, anggota Komisi VII DPR Idris Lutfi mengatakan untuk pengembangan iptek nasional, perlu ada bidang khusus yang dikuasai Indonesia. "Kalau dulu BJ Habibie mengembangkan pesawat, sekarang bioteknologi bisa jadi gerbongnya.

Sumber: Media Indonesia (14 September 2007)