+62 21 520 1602 pappiptek@mail.lipi.go.id

Agenda Pertemuan Ilmiah

 

Detail Agenda Pertemuan Ilmiah

: Diskusi Ilmiah Scientometrics bersama Dietmar Lampert dan Florina Piroi dari Austria

: 07 November 2016

PAPPIPTEK-LIPI bekerja sama dengan SEA-EU-NET mengundang pakar Scientometrics, Dietmar Lampert dari Zentrum for Soziale Innovation (ZIS) Austria, dan Florina Piroi dari Technische Universit Wien (TUW) Austria, untuk membagikan pengetahuannya mengenai Scientometrics dalam diskusi ilmiah. Acara ini digelar pada Senin, 7 November 2016 pukul 09.00 - 12.00 WIB di Ruang Djoko Pitono dengan dihadiri oleh civitas dari berbagai satuan kerja LIPI, seperti Puslit Perkembangan Iptek, Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, Puslit Tenaga Listrik dan Mekatronika, Puslit Biologi, serta Pusat Inovasi.

Mr. Dietmar Lampert, seorang berkebangsaan Austria, berlatar belakang pendidikan di bidang ilmu komputer dan studi pembangunan. Beliau telah bergabung di Centre for Social Innovation (ZSI) sejak tahun 2007 sebagai peneliti sekaligus tim yang bertanggung jawab untuk evaluasi CIR-CE, yaitu sebuah program masyarakat Austria yang didesain untuk mendukung kerjasama berbasis inovasi di antara pelaku industri Austria dan partner-partnernya yang berasal dari Eropa Tengah dan Timur. Dalam analisis risetnya, Mr. Lampert juga menggunakan beberapa metode kualitatif dan kuantitatif dalam sejumlah kegiatan dan evaluasi baik pada level program maupun proyek. Selain itu, beliau terlibat sebagai konsultan dalam beberapa kegiatan multi years yang menggunakan berbagai metode foresight. Beberapa minat penelitian yang dilakukan ialah foresight, bibliometrics, altmetrics, analisis paten, monitoring dan evaluasi dampak, serta visualisasi dan explorasi data visual. Beliau juga terlibat dalam co-forming tim scientometrics di ZSI-Austria. Peranan Scientometrics

Scientometric adalah bidang kajian yang mengukur dan menganalisis ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, termasuk mengukur pengaruh suatu temuan ilmu, peneliti, atau lembaga litbang, serta melacak rangkaian pengutipan (citation), memetakan bidang-bidang ilmu dan memproduksi indikator yang bisa digunakan dalam kebijakan dan manajemen iptekin.

Melalui Scientometric ini, LIPI dapat mengukur pengaruh dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, serta memetakan ilmu pengetahuan yang berkembang sehingga dapat menentukan arah dan strategi riset yang tepat. Pengetahuan ini sangat bermanfaat bagi para peneliti LIPI secara keseluruhan, khususnya bagi pengelola satker penelitian. Maka tak heran jika Dietmar Lampert juga didapuk menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam acara Seminar Nasional Forum Tahunan IPTEK dan Inovasi VI Tahun 2016 yang diselenggarakan keesokan harinya. Co-publication. Setelah didahului dengan registrasi dan coffee break, acara dimulai dengan pembukaan oleh Kepala PAPPIPTEK, Dr. Trina Fizzanty.

Selanjutnya moderator Ir. Dudi Hidayat, M.Sc mempersilakan Dietmar Lampert untuk memulai presentasi pertama mengenai profil lembaga Zentrum for Soziale Innovation (ZIS). ZIS adalah institut riset non-universitas terbesar di Austria dalam bidang ilmu sosial yang telah berdiri hampir 30 tahun lamanya. Setelah itu, Dietmar Lampert memaparkan presentasi mengenai metodologi dan hasil risetnya di bidang co-publications dan co-patents di antara negara-negara ASEAN dan Uni Eropa.

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh ZSI dan SEA-EU-NET ini adalah untuk menghasilkan kontribusi yang relevan terhadap dialog kebijakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi antara ASEAN dan Uni Eropa. Caranya melalui dua pertanyaan riset: (1) bagaimana perkembangan luaran publikasi dan paten di Asia Tenggara? (2) seperti apa pola tematik dan geografik serta prioritas luaran riset di Asia Tenggara? Hasil riset menunjukkan bahwa output pendaftaran paten meningkat tajam, khususnya Malaysia dan Singapura telah memilih untuk mendukung secara publik luaran pendaftaran paten. Selain itu, hubungan co-invention di luar ASEAN lebih kuat sepuluh kali lipat daripada co-invention di dalam ASEAN. Partner terkuat adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan RRC. Uni Eropa adalah investor terbesar dalam kepemilikan asing aplikasi perjanjian kerja sama paten (patent cooperation treaty) dengan penemu berbasis ASEAN. Co-patent Florina Piroi adalah seorang peneliti dari Technische Universität Wien (TUW) Austria di bidang komputer, pencarian informasi, dan analisis data. Dalam presentasinya mengenai analisis co-patent di ASEAN, diuraikan bahwa tujuannya adalah untuk mengetahui indikasi aktivitas daya cipta yang relevan dengan inovasi, mendapatkan wawasan mengenai aktivitas produksi per sektor teknologi, mempertimbangkan upaya untuk meningkatkan output paten di negara-negara ASEAN, serta perbedaan level investasi. Kajian ini memandang aktivitas paten sebagai pelengkap analisis bibliometric.

Laporan akhir yang akan tersedia dalam waktu dekat di www.sea-eu.net berisi berbagai temuan penting, seperti: data pendaftaran paten di berbagai kantor paten di ASEAN, detil lengkap dalam spesialisasi tecknologi, termasuk co-invention, data ekstensif tentang pendaftaran paten nasional, pembuktian di mana saja pendaftaran paten bersama inventor berbasis ASEAN, serta penemu dan pendaftar paten tertinggi di ASEAN. Sepanjang presentasi hingga setelah presentasi, peserta banyak bertanya mengenai teknis sistem klasifikasi yang digunakan dalam riset co-publications, pemanfaatan scientometrics dalam publikasi, serta sejauh mana hasil riset dapat diolah supaya berguna bagi pembuat kebijakan. Dietmar Lampert menjelaskan bahwa scientometrics dapat digunakan untuk mengumpulkan semua data mengenai publikasi, monitoring, evaluasi dan penentuan pendanaan. Menurutnya, kita perlu mendefinisikan sendiri klasifikasi sistem yang digunakan, karena tidak ada pemahaman umum mengenai hal tersebut.