+62 21 520 1602 pappiptek@mail.lipi.go.id

Agenda Pertemuan Ilmiah

 

Detail Agenda Pertemuan Ilmiah

: Public Lecture bersama Prof. Myoung Suk Kim

: 20 July 2018

Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Risbang - Kemenristekdikti) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Perkembangan IPTEK – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PAPPIPTEK-LIPI) menyelenggarakan acara Public Lecture bersama Prof. Myoung Suk Kim, Ph.D. Acara yang digelar pada Jumat, 20 Juli 2018 pukul 09.00 – 12.00 WIB di Hotel Mercure, Jakarta ini mengusung tema “Korean Economic Development and Government Policy for Research and Development Program”.

Prof. Myoung Suk Kim, Ph.D, dari Business Management Department Seoul Women’s University, Korea Selatan memaparkan berbagai kebijakan pemerintah Republik Korea Selatan dalam upaya meningkatkan perekonomian dan industri Korea Selatan yang sempat terpuruk pasca Perang Korea di era ’50-an. Korea Selatan berhasil mencapai perkembangan ekonomi yang pesat melalui pengembangan industri berteknologi tinggi seperti semikonduktor, kendaraan bermotor, elektronik, dan perkapalan. Kebijakan pemerintah memainkan peranan penting dalam hal ini, terutama kerjasama dengan korporat untuk memimpin perkembangan teknologi.

Prof. Kim membagi presentasinya dalam empat bagian. Pertama adalah pengenalan terhadap kondisi Korea saat ini. Seperti kita tahu, saat ini Korea dikenal melalui gelombang invasi seni budaya, prestasi olahraga, beragam produk teknologi dan kosmetik, serta tak luput juga dari perkembangan politik Korea di dalam dan luar negeri.

Kedua, sejarah perkembangan ekonomi Korea yang didominasi oleh industri manufaktur dan perkembangannya pasca Perang Korea hingga kini menempati posisi 13 GDP tertinggi di dunia.

Ketiga, berbagai kebijakan penting pemerintah Korea Selatan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang terbagi dalam tiga tahap industrialisasi: masa adopsi teknologi maju (1960 - 1976), masa internalisasi teknologi maju (1977 – 1992), dan masa perluasan kemampuan teknik mandiri (1993 – mid 200).

Dan keempat, analisis evaluasi proses pengembangan sistem inovasi nasional Korea Selatan. Beberapa faktor yang paling mempengaruhi adalah: komitmen pemimpin negara, investasi teknologi melalui peningkatan anggaran negara, konsisten mengimplementasikan upaya untuk mendorong ekspor, SDM bertalenta di bidang iptek, konektivitasi antara industri-sekolah-lembaga riset, membangun konsisi sosial dan budaya yang mendukung iptek, serta tak lupa untuk mengembangkan UKM demi ekonomi berkelanjutan.

Kuliah umum ini dibuka dengan sambutan dari Dr. Sadjuga, M.Sc., Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti. Hadir pula para peneliti, konsultan, mahasiswa, dan staf pemerintah yang menaruh minat di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.